Saturday, March 23, 2013

1

Turi Turi Putih

TURI TURI PUTIH
Beberapa waktu yang lalu ust.Anis Matta mengatakan, "...Tarbiyah itu adalah seni..."

Nah, ternyata pada zaman dulu, ulama - ulama di tanah jawapun sering kali menggunakan SENI dan BUDAYA di dalam menyampaikan ajaran islam. Salah satu cara yang digunakan para Kyai pada waktu itu adalah menggunakan Lagu/Tembang Jawa. Terkadang saya cukup sulit menterjemahkan apa maksud dari lagu itu?
sampai pada akhirnya saya menanyakan pada salah seorang yang usianya cukup sudah cukup tua mengenai makna dari lagu ini,
kira-kira liriknya seperti ini :



Turi Turi Putih
ditandur neng kebon agung
ono celeret tibo nyemplung
mbo iro kembange opo?

Tandurane tanduran kembang
kembang kenanga neng jero guwo
tumpakane kereto jowo rodo 4 rupo menungso

etan kali kulon kali
tengah tengah tanduri pari
sakiki ngaji sesuk yongaji
manut karo poro kyai

Jadi kurang lebih seperti ini maksud dari lagu tersebut:
  • Turi Turi Putih ~> turi, maksudnya tak aturi: saya kasih tahu, 
    putih ~>
    simbol dari "pocongan": orang mati yang dibungkus dengan kain kafan/mori warna putih. jadi Turi-turi putih artinya~> saya kasih tahu bahwa kelak manusia itu akan mati. 
  • ditandur neng kebon agung ~> Ditanam di kebon Agung artinya : Dikubur di sebuah makam
  • ono celeret tibo nyemplung ~> ada kilatan (cahaya semacam petir) jatuh tercebur(menyambar bumi)~> sebuah gambaran dari orang mati yang sedang dimasukkan dalam kuburan seperti kilat jatuh.
  • mbo iro ~> kamu kira, maksudnya adalah simbol manusia yang sudah meninggal, selalu akan ditanya :kembange opo ~> bunga apa, bunga yang dimaksud adalah amal apa yang sudah dilakukan?
  • Tandurane tanduran kembang~> Tanamannya tanaman bunga, ~> semua amal yang sudah dilakuan dikala hidup atau bekal yang sudah disiapkan ketika didunia
  • kembang kenanga neng jero guwo ~> Bunga kenanga didalam gua, maksudnya semua amalan yang telah dilakukan disaat hidup akan menemaninya di dalam kubur
  • tumpakane kereto jowo rodo 4 rupo menungso ~> naiknya kereta jawa roda 4 dari manusia, maksudnya orang yang meninggal akan dinaikan kendaraan paling mahal didunia yang orang jawa menyebutnya "BANDHOSO" yaitu kereta yang berodakan manusia
  • etan kali kulon kali  ~> timur sungai barat sungai
    tengah tengah tanduri pari ~> tengah - tengah ditanami padi
    sakiki ngaji sesuk yongaji  ~> sekarang ngaji besok juga ngaji
    manut karo poro kyai ~> patuh pada semua Kyai,lirik terakhir ini semacam parikan (red: pantun jawa) yang mengajak kita untuk terus,terus dan terus senantiasa belajar dan mengajarkan ISLAM dari para kyai/ustadz/ulama.
Kurang lebih seperti itulah makna dari lagu tersebut, kalau ada yang mau menambahkan/mengurangi silakan komen yaw ^_^
Ok, bagi yang menginginkan lagu tersebut silakan download disini

1 comment: